Selasa, 19 Mei 2020

Menelan Rindu



Menelan Rindu
Oleh: Anzar

R
amadhan tahun ini terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pertama kalinya saya harus merayakan lebaran jauh dari kehangatan keluarga. Terpisah jarak antara Makassar dan Tual (Maluku Tenggara) sejauh 2.135 km atau 1.326 mil melintasi lautan Banda.
Agustus 2018 jadi tonggak sejarah perjalanan hidup saya di Bumi Pattimura. Dinyatakan lulus seleksi PPG Prajabatan Bersubsidi tahun 2018 menandai babak baru petualangan pendidikan saya. Mendapat penempatan di Universitas Pattimura Ambon nyatanya sulit diterima. Ribuan tanya memenuhi kepala, mengapa harus di sana? Bukankah di Makassar pun ada kampus UNM sebagai penyelenggara PPG? Bagaimana saya akan menjalani keseharian di sana? Sudah amankah di sana? Mengingat Ambon pernah dilanda konflik horizontal pada awal tahun 2000-an.
Akhirnya, saya memberanikan diri untuk merengkuh kesempatan yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Terlebih saya memang sudah mengidamkan untuk bisa mengikuti PPG sejak masih menempuh pendidikan S-1. Ketakutan yang semula memenuhi kepala terjawab dengan pesona Ambon yang berjuluk Kota Musik. Keramahan penduduk terasa hangat menyapa sepanjang hari. Kearifan lokal Pela-Gandong menjadikan ikatan persaudaran semakin terjalin erat. Ambon manise membuat siapa saja yang datang berkunjung berat untuk meninggalkannya.
Selama menjalani masa perkuliahan PPG, saya mengikuti tes CPNS di Kementerian Agama Provinsi Maluku formasi guru Bahasa Indonesia. Sekadar coba-coba saja, ternyata saya dinyatakan lulus. Inilah bonus yang begitu besar saya dapatkan di kota ini. Awalnya datang untuk kuliah tetapi kemudian pintu lain terbuka untuk mengabdikan diri.

Tual (Maluku Tenggara), di sinilah saya sekarang dengan tugas mulia mendidik generasi penerus bangsa. Larangan mudik bagi ASN membuat saya hanya bisa menelan rindu akan kenikmatan berkumpul bersama keluarga di hari raya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Dari Bumi Tenggara

Rindu Dari Bumi Tenggara Bunyi sirine KM TIDAR kembali meraung Kali ini jadi tanda peringatan terakhir Riak ombak pelabuhan Ambon sema...