Rabu, 15 Juli 2020

Rindu Dari Bumi Tenggara

Rindu Dari Bumi Tenggara

Bunyi sirine KM TIDAR kembali meraung

Kali ini jadi tanda peringatan terakhir

Riak ombak pelabuhan Ambon semakin menggaung

Seolah berkata “Ayo arungi aku tanpa pikir”


       Dering telepon di balik saku menambah riuh pagi itu

       Tangisan balita, suara bising pedagang, obrolan para penumpang

       “Sesaat lagi kapalku akan berlayar, Ibu”

       “Kamu semakin jauh dariku, Nak”

       Air mata tak mampu dihadang


Gelap langit pagi hari menyambut di Bumi Tenggara

Seolah paham suasana hati penuh duka

Perantauan kali ini sungguh tak terduga

Ambon Manise hanya kenangan, Kota Daeng riwayat tak tersisa


                        Sore itu senja jatuh di Bumi Tenggara

                        Membawa rindu kian membara

                        Jantung serasa tertikam jangkar

                        Menyayat hati tertinggal di Makassar

 

Anzar

Tual, 6 Juli 2019

                       


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Dari Bumi Tenggara

Rindu Dari Bumi Tenggara Bunyi sirine KM TIDAR kembali meraung Kali ini jadi tanda peringatan terakhir Riak ombak pelabuhan Ambon sema...