Adzan subuh sayup-sayup menggelitik daun telinga Balutan hangat selimut tebal merah bermotif bunga mawar terlalu indah ditanggalkan. Empuknya bantal dan kasur terus merayu untuk dicumbui Subuh itu cuaca dingin sedang berpesta. Dari balik jendela, gerimis sedang
menari-nari sambil menjulurkan lidah-lidah panjangnya merasuki titik-titik bocor di atas genteng. Rasa
malas sedang dibalut topeng mewah Mengelus manja pelupuk mata yang sedari tadi tampak semakin berat. Seperti menahan beban berton-ton
Tidak ada komentar:
Posting Komentar