Kamis, 28 Mei 2020

Dipaksa Mendengar



Dipaksa Mendengar
Oleh: Anzar

A
kses informasi pada era digital sekarang tidak lagi menjadi hal yang sulit didapatkan. Setiap hari bahkan setiap detik, semua orang di penjuru dunia bisa dengan mudah untuk mengakses dan mendapatkan informasi terbaru hanya dengan berdiam diri di rumah. Media informasi pun kini lebih beragam. Pada masa-masa sebelumnya, media cetak diwarnai oleh koran, majalah, tabloid, dan brosur. Adapun media elektronik hanya berpangku pada siaran televisi dan radio.

Media seperti televisi dan radio menjelma menjadi media informasi yang populer pada khalayak umum. Hal ini dipastikan karena sebagian besar di rumah-rumah warga terdapat media tersebut. Dari warga yang berdomisili di perkotaan hingga mereka yang hidup di pedalaman. Tidak heran, jika kehadiran media elektronik memegang peranan penting dalam penyebaran informasi pada masyarakat. Berbeda dengan media cetak, tidak semua warga bisa dengan mudah mengaksesnya. Ini terjadi karena distribusi media cetak biasanya terbatas pada mereka  yang berdomisili di perkotaan saja. Sehingga masyarakat yang berada di pedalaman tidak terjangkau oleh kehadiran media cetak.
Kini, kehadiran internet menjadi wajah baru penyebaran informasi. Didukung oleh evolusi ponsel pintar (Smartphone) yang dipersenjatai dengan berbagai macam teknologi canggih. Dimana saja dan kapan saja, semua orang yang memiliki ponsel dengan jaringan internet bisa dengan mudah berselancar di dunia maya untuk mengakses informasi.

Perlahan, media cetak maupun media elektronik mulai ditinggalkan. Sebagai contoh, siaran radio kini tak lagi sepopuler dulu. Mulai jarang bahkan sama sekali tidak terdengar lagi bunyi radio di rumah-rumah warga. Contoh kecilnya di lingkungan tempat saya berdomisili. Namun, setiap hari kami yang tinggal di dekat kompleks RRI (Radio Republik Indonesia) masih bisa mendengar siaran radio. Operator RRI memasang pengeras suara dan menyiarkannya ke lingkungan masyarakat. Hal ini terasa seperti dipaksa mendengarkan siaran dari radio tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Dari Bumi Tenggara

Rindu Dari Bumi Tenggara Bunyi sirine KM TIDAR kembali meraung Kali ini jadi tanda peringatan terakhir Riak ombak pelabuhan Ambon sema...