Roymon Lemosol, kelahiran Lumoli Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku pada 24 Agustus 1971. Alumni Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti yang sekarang menjadi guru di SMA Negeri 4 Ambon ini mulai tertarik dengan puisi sejak duduk di bangku SMA. Karya-karyanya pernah menghiasi halaman sejumlah media lokal maupun nasional, antara lain: Majalah Fully, assau, Lombok Post, Suara NTB, Banjarmasin Post, Riau Post, Koran Seputar Indonesia, Media Indonesia, cecephari.com, kawaca.com, dapursastrajakarta.org, dll. Sebagian lagi terhimpun dalam buku antologi bersama "Biarkan Katong Bakalae" (Kantor Bahasa Maluku 2013), "Puisi Menolak Korupsi 4" (Forum Sastra Surakarta 2015), "Memo Anti Terorisme" (Forum Sastra Surakarta 2016), "Ije Jela" (Pustaka Senja 2016), "Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak" (Forum Sastra Surakarta 2016), "Nyanyian Puisi Untuk Ane Matahari" (Imaji Indonesia 2017), "Bunga Rampai PMK Bergerak Dengan Nurani" (Forum Sastra Surakarta 2017),"Akar Cinta Tanah Air" (D3M Kail 2017), "Kita Dijajah Lagi" (Penebar Media Pustaka 2017), "Dari Loksado Untuk Indonesia" (Loksado Writers 2017), "Puisi Menolak Korupsi 6" (Elmatera Yogyakarta 2017), "Mazhab Rindu" (Harasi 2017), "Masih Ada Bulan yang Akan Bersinar" (D3M Kail 2017), "Akulah Damai" (BNPT 2017),"The First Drop Of Rain" (Wahana Resolusi 2017), "Kesaksian Tiang Listrik" (Pram Publisser 2018), "Sendja Djiwa Pak Budi" (Gerhana Media Kreasi 2018), "Negeri Bahari" (Kosa Kata Kita 2018), "Anggrainim, Tugu dan Rindu" (Swarnadwipa 2018), "Senyuman Lembah Ijen" (Taresi Publisser 2018),"Efitaf Kota Huja" (Forum Pegiat Literasi Padang Panjang 2018), "Indonesia Lucu" (Penebar Media Pustaka 2018),"Skandal Sastra Undercover" (2018), "Wangian Kembang" (Persatuan Penyair Malaysia 2018).
Pada Maret 2019 lalu, Roymon Lemosol merilis buku kumpulan puisi yang diberi judul "Jejak Cinta Di Negeri Raja-Raja". Terdapat enam puluh buah puisi yang tersemat di dalamnya yang menceritakan tentang keindahan alam negeri raja-raja (Maluku), adat istiadat, ikatan persaudaran Pela Gandong, kerinduan akan kampung halaman, dll. Buku Jejak Cinta Di Negeri Raja-Raja mampu merefleksikan banyak hal mengenai Maluku. Para pembaca akan dibawa berkelana, menyelami, mengarungi, dan menapaki ketinggian dengan larik-larik penuh makna pada setiap puisi yang disuguhkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar